Cara Merawat Burung Murai Batu

Merawat burung murai batu itu gampang-gampang susah. Gampang apabila murai batu sudah berumur. Untuk yang masih anakan cukup sulit. Apalagi bila burung muda hutan itu lebih sulit lagi. Namun simak tips berikut ini semoga bisa membantu anda dalam merawat murai batu sampai kicaunya plong.

cara merawat burung murai batu

Burung Murai Batu Anakan

Merawat burung anakan termasuk juga burung murai batu harus extra hati-hati. Pakan adalah faktor penting selama masa pertumbuhan. Sediakan kroto dan anak jangkrik. Juga jangan lupa Voer halus. Campur saja voer tersebut dengan kroto. Teknik campur ini berguna untuk mengajari murai anakan agar terlatih memakan voer.

Setiap hari sediakan anak jangkrik sekitar 1-3 saja. Berikan di pagi hari 1 anak jangkrik, 1 di siang hari dan 1 lagi di sore hari. Jangan terlalu banyak memberikan jangkrik ke anakan murai dan juga burung lainnya. Karena akan membuat over vitamin dan Burung akan over. Untuk pemberian kroto cukup 2 kali dalam 1 minggu.

Hal lainnya yang perlu di perhatikan adalah pemandian. Sediakan tempat burung mandi sekucupnya, Jangan menggunakan wadah yang terlalu besar karena akan mengakibatkan burung tenggelam di dalam wadah tersebut. Jadi, cukup pakai wadah yang kecil saja, kira-kira cukup untuk mandi.

Untuk penjemuran burung bisa di lakukan pada pagi hari sekitar jam 7-10 pagi. Bila panas matahari sudah menyengat maka segera angkat dan pindahkan ke tempat yang lebih adem dan tidak kena sinar matahari. Lakukan ini setiap hari supaya burung segar terkena matahari dan juga mandi setiap pagi. Untuk mandi sore hari tidak begitu di perlukan karena di takutkan akan membuat anakan murai menjadi kedinginan.

Burung Murai Batu Muda Hutan

Merawat Murai Batu Muda Hutan cukup rumit. Untuk murai muda hutan tersebut perlu perawatan extra. Salah satu yang terpenting adalah kerodong atau penutup sangkar. Usahakan burung muda hutan harus di kerodong setiap malam. Untuk siang harinya cukup tutup setengah dari sangkar. Biarkan murai muda hutan melihat sekilas dan mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Dalam 1 bulan pertama semenjak anda memiliki murai batu muda hutan sebaiknya jangan di mandikan dulu. Karena air akan membuat burung menjadi stress. Jadi tunggu setelah 1 bulan barulah anda bisa memberikan wadah dan air untuk mandi. Selain itu murai muda hutan tidak perlu di jemur dulu. Cukup di taruh di dalam rumah atau ruangan tertentu yang tidak bising. Usahakan jangan ada suara burung lain atau suara apa saja yang membuat ramai di ruangan tersebut.

Untuk pakan berikan voer yang di campur dengan kroto setiap hari. Jangan terlalu banyak krotonya. Porsinya 1 banding 2. Jadi voer nya dua sendok, kroto cukup satu sendok. Masukan pakan tersebut campur kedalam wadah makanan. Selain voer dan kroto sediakan juga jangkrik. Pemberian jangkrik bisa paling banyak 10 ekor saja. Misal di pagi hari beri 3 jangkrik, siangnya beri 3 dan malam hari beri 4 jangkrik.

Setelah satu bulan berlalu semenjak anda memelihara murai batu muda hutan coba dimandikan dengan cara di semprot perlahan. Jangan terlalu basah untuk permulaan nya. Namun bila sudah beberapa hari coba semprot sampai basah merata. Setelah itu jemur murai itu.

Perdengarkan bunyi suara murai batu rekaman dari hp anda. Lihat reaksinya apakah dia mulai mengikuti alunan lagu dari hp anda tersebut.  Lakukan rutin setiap hari dan lihat perkembangannya setelah 3 bulan. Bila sudah gacor maka bisa anda bawa ketempat pelatihan burung murai batu.

Membawa murai batu ketempat latihan bersama merupakan langkah awal untuk menguji mental nya. Selain itu juga berfungsi untuk menambah variasi kicau nya. Semakin sering di ajak latihan bersama maka semakin bagus untuk perkembangan burung murai batu anda.

Setelah semua siap, bila ingin membawanya ke kontes burung silahkan saja. Akhir kata semoga anda faham tahap demi tahap cara merawat murai batu yang sudah saya uraikan diatas. Bila ada yang perlu di tanyakan silahkan berkomentar di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih telah berkunjung ke blog sederhana ini. Salam kicau mania.